MALALA YOUSAFZAI
(a.k.a. the new RA Kartini)
Malala Yousafzai adalah seorang remaja putri berusia 14 tahun warga negara Pakistan. Di usianya yang masih belia itu, Malala tampil sebagai aktivis di dalam memperjuangkan hak sekolah bagi para anak-anak putri di negaranya. Malala adalah RA Kartini yang lahir kembali di negara lain. Secara selintas bahkan wajah mereka mirip. Bandingkan dua photo mereka :)

Era globalisme saat ini memungkinkan setiap manusia untuk membandingkan kondisi di tempat asalnya dengan di tempat lain, mempelajari dan jika memungkinkan sekaligus merubahnya untuk menjadi lebih baik. Mengambil hal-hal yang baik, tetapi meninggalkan hal-hal yang buruk dari negara si pembanding. Pakistan sebagai negara yang masih berbenah dari berbagai kekacauan di dalam negerinya, beruntung mempunyai seorang warga putri yang bersahaja dan berani ini. namanya Malala Yousafzai.
Hak Untuk Berpendidikan
Malala dalam beberapa kesempatan sering tampil vokal menyuarakan pentingnya pendidikan bagi kaum putri di Pakistan. Aktivitasnya ini oleh beberapa pihak dipandang sebagai hal berbahaya bagi tatanan budaya masyarakat setempat. Jika wanita menjadi pandai, atau bahkan lebih pandai daripada pria, atau istri lebih sukses daripada suami, lalu kaum prianya mau apa?
Setiap orang berhak untuk mendapatkan pendidikan, karena pendidikan membuat manusia secara universal hidup lebih baik dan lebih bermakna. Tanpa pendidikan, manusia masih akan hidup di dalam jaman batu di gua-gua primitif.
Beberapa kali Malala mendapat ancaman, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Hingga Malala ditembak persis dikepalanya beberapa hari lalu oleh kelompok-kelompok yang kontra terhadapnya. Menurut beberapa sumber di media massa kelompok Taliban mengaku bertanggung-jawab terhadap penembakan tersebut. Juru bicara Taliban, Sirajuddin Ahmad menyatakan bahwa pihaknya telah tiga kali memperingatkan keluarga Malala. Peringatan terakhir dilakukan sepekan menjelang keputusan membunuh Malala.
Pemimpin lokal Taliban, Mulana Fazlullah dan para wakilnya kemudian memilih tiga orang pengikutnya, dua diantara mereka penembak jitu untuk mempelajari kebiasaan Malala dan rute pulang pergi setiap harinya (Kompas, 14 Oktober 2012 halaman 1 dan 11).
Kekerasan selalu menjadi jalan terakhir manakala idealisme sekelompok pihak tidak dapat dipaksakan kepada pihak lainnya. Pembunuhan sudah dan akan terus terjadi. tetapi dengan membunuh seorang Malala, apakah yakin tidak akan muncul Malala-Malala berikutnya lagi?
Rabu lalu (10 Oktober 2012) tim kedokteran sukses mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di kepala Malala. "Kondisinya terus membaik walau masih belum lepas dari alat bantu pernapasan. Tim dokter terus memantau kondisinya," kata juru bicara militer Pakistan.
Moral
Pesan moral kepada kemanusiaan secara universal adalah bahwa memperjuangkan sesuatu yang baik itu tidaklah mudah. Hal yang baik, tidaklah selalu dilihat juga sebagai suatu kebaikan bagi pihak-pihak lain. Kadangkala anacaman, terror atau bahkan sampai dengan penyiksaan secara fisik dan sampai ke pembunuhan akan mengancam kita. Begitu mudahnya orang memberi ancaman membunuh kepada manusia lainnya.
Tuhan tidak pernah menganjurkan umatnya untuk saling membunuh manusia lainnya. Bahkan Tuhan mengajarkan kita untuk memaafkan dan menyayangi mereka. Gandhi mengajarkan spirit anti kekerasan di India, dan India akhirnya dapat merdeka dari penjajahan Inggris.
No violence. Kekerasan cuma akan melahirkan kekerasan-kekerasan baru. Dunia yang penuh dengan kekerasan adalah dunia yang kacau. Dengarkan lagu Imagine-nya John Lennon, kita akan tahu apa makna dunia yang kita inginkan.
Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people living for today
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people living life in peace
You, you may say
I'm a dreamer, but I'm not the only one
I hope some day you'll join us
And the world will be as one
Hidup manusia cuma sekali, dan hidup harus bermakna - bukan cuma lewat begitu saja. Dengarkanlah kata hati nurani kita, dan dengan bimbingan dari Tuhan, teruskanlah berkarya bagi kemanusiaan seperti perjuangan Malala di atas.
Life goes on. Sukses buat Anda semua. Selamat pagi :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar